KORANPOST.COM, Yogyakarta – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) terus memperkuat perannya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui pencetakan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyelenggarakan Sertifikasi Kompetensi Skema Pengawas Benih Tanaman bagi mahasiswa Program Studi Teknologi Benih.
Sebanyak 59 mahasiswa semester VIII dinyatakan kompeten sebagai Pengawas Benih Tanaman setelah mengikuti asesmen yang diselenggarakan oleh LSP Agribisnis Ambissi. Kegiatan berlangsung selama lima hari, pada 6–10 Juli 2026, di Kampus Kusumanegara Polbangtan Yoma, Umbulharjo, Yogyakarta.
Sertifikasi kompetensi ini merupakan agenda rutin Polbangtan Yoma sebagai bentuk komitmen dalam memastikan lulusan memiliki kompetensi yang diakui secara profesional sebelum memasuki dunia kerja.
Upaya tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menegaskan bahwa penguatan SDM pertanian yang kompeten, profesional, dan menguasai teknologi menjadi kunci utama dalam mewujudkan swasembada pangan serta pembangunan pertanian modern.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan salah satu prioritas BPPSDMP dalam mencetak SDM pertanian yang profesional dan berdaya saing.
“Sertifikasi kompetensi menjadi bentuk pengakuan atas kemampuan tenaga profesional sekaligus memastikan setiap SDM memiliki kompetensi sesuai standar. Kami terus mendorong UPT pelatihan untuk memperluas akses sertifikasi sehingga semakin banyak SDM pertanian yang kompeten dan siap menjawab kebutuhan sektor,” ujar Idha.
Direktur Polbangtan Yoma, R Hermawan menegaskan, sertifikasi kompetensi bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan proses pembuktian kemampuan yang harus dijalani secara serius oleh setiap peserta.

Baca Juga: 8 Tahun Berkarya: Polbangtan Kementan Cetak SDM Pertanian Unggul
“Ke depan, mahasiswa memiliki tanggung jawab besar sebagai tenaga profesional di bidang pertanian yang akan terjun langsung ke lapangan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Lead Asesor LSP Agribisnis Ambissi, Sunarbowo, mengapresiasi kualitas pembelajaran di Polbangtan Yoma yang dinilai mampu membekali mahasiswa menghadapi asesmen kompetensi.
“Bekal yang diberikan para dosen sudah sangat baik sehingga peserta mampu menguasai materi asesmen. Narasumber yang dihadirkan juga merupakan Pengawas Benih Tanaman (PBT) senior, bahkan salah satunya dinobatkan sebagai PBT berprestasi tingkat nasional pada tahun 2025,” ungkapnya.
Meski seluruh peserta dinyatakan kompeten, Wakil Direktur I Polbangtan Yoma, Endah Puspitojati, mengingatkan para lulusan agar terus menjaga sikap profesional dan etika dalam menjalankan tugas.
“Kelulusan ini bukan akhir dari proses belajar. Tetaplah rendah hati, jaga integritas, dan tunjukkan bahwa lulusan Polbangtan Yoma tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter dan etika yang baik,” pesannya.
Keberhasilan 59 mahasiswa meraih sertifikat kompetensi menjadi bukti komitmen Polbangtan Yoma dalam mencetak SDM pertanian yang profesional, berintegritas, dan siap mendukung pembangunan pertanian Indonesia, khususnya melalui penyediaan tenaga ahli di bidang pengawasan dan perbenihan tanaman guna memperkuat ketahanan serta swasembada pangan nasional.(*)

