KORANPOST.COM, YOGYAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Dies Natalis ke-8 Polbangtan YoMa, Jurusan Pertanian Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YoMa) melaksanakan ziarah makam di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Yogyakarta, Senin (24/8/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang, menghormati, dan menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang dan mengorbankan jiwa serta raga demi kemerdekaan Indonesia.
Ziarah makam juga menjadi sarana untuk menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, patriotisme, dan semangat pengabdian kepada seluruh civitas akademika Polbangtan YoMa.
Ziarah dihadiri oleh Direktur Polbangtan YoMa R. Hermawan, S.P., M.P., Kepala Bagian Umum (Kabag BU), KTK SDM TU, Ketua Jurusan Pertanian, serta perwakilan civitas akademika Polbangtan YoMa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada para pahlawan, dilanjutkan dengan doa bersama dan tabur bunga di makam para pahlawan. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat sebagai wujud penghormatan atas pengorbanan para pejuang bangsa.
Direktur Polbangtan YoMa, R. Hermawan, S.P., M.P., mengatakan, momentum HUT ke-81 RI hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi pengingat akan besarnya perjuangan yang telah dilakukan para pahlawan.
“Ziarah makam ini menjadi momentum bagi kita untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan sekaligus merefleksikan makna kemerdekaan.
Semangat perjuangan para pahlawan harus kita lanjutkan melalui kerja keras, integritas, disiplin, dan pengabdian nyata bagi bangsa, khususnya dalam pembangunan pertanian,” ujar R. Hermawan.
Menurutnya, civitas akademika Polbangtan YoMa memiliki peran strategis dalam meneruskan perjuangan para pahlawan melalui pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian. Generasi muda pertanian harus dipersiapkan menjadi insan yang kompeten, berkarakter, inovatif, serta memiliki semangat untuk membangun pertanian Indonesia.
Menurutnya, semangat memperingati HUT ke-81 RI juga sejalan dengan arah pembangunan pertanian nasional yang terus mendorong penguatan sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi utama pembangunan pertanian.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., menekankan pentingnya membangun SDM pertanian yang profesional, kompeten, adaptif, dan memiliki karakter kuat.
Baca Juga: Gerakan Tanam Brigade Pangan, Perkuat Swasembada dan Regenerasi Petani
“Penguatan pendidikan vokasi, pelatihan, dan penyuluhan menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi pertanian yang mampu menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di sektor pertanian,” tuturnya.
Semangat tersebut selaras dengan pesan yang ingin dibangun melalui kegiatan ziarah makam, yakni menjadikan nilai perjuangan para pahlawan sebagai inspirasi dalam melaksanakan tugas dan pengabdian.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mendorong penguatan sumber daya manusia dan peran generasi muda dalam pembangunan pertanian nasional.
“Generasi muda diharapkan menjadi bagian penting dalam transformasi pertanian melalui inovasi, teknologi, kewirausahaan, dan semangat untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, modern, serta mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan,” ujarnya.
Nilai-nilai perjuangan tersebut menjadi inspirasi bagi civitas akademika Polbangtan YoMa untuk terus memberikan kontribusi terbaik melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia pertanian.
Melalui kegiatan ziarah dalam rangka HUT ke-81 RI dan Dies Natalis ke 8, Polbangtan YoMa mengajak seluruh civitas akademika untuk tidak hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga meneruskan perjuangan mereka dalam konteks kekinian.
Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka perjuangan generasi saat ini diwujudkan melalui karya, inovasi, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Bagi insan pertanian, semangat kemerdekaan diwujudkan dengan terus berupaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, mempercepat regenerasi petani, serta mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing.
Kegiatan ziarah makam di TMP Kusumanegara ditutup dengan doa bersama dan tabur bunga. Momentum tersebut menjadi refleksi bagi seluruh peserta untuk terus menjaga semangat kebangsaan serta mengisi kemerdekaan dengan karya dan pengabdian terbaik bagi Indonesia.(*)

