KORANPOST.COM, Cilacap – Politeknik Pembanguan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) terus menguatkan perannya dalam memperkuat swasembada pangan sekaligus mendorong regenerasi petani di Kabupaten Cilacap. Salah satunya melalui Gerakan Tanam Bersama yang dilaksanakan di Desa Karanggintung, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat (21/8/2026).

Giat ini dilakukan serentak di 25 provinsi, khususnya di lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024 dan 2025 serta lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025. Gerakan tanam kali ini dipusatkan di Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Ini adalah upaya Kementerian Pertanian untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP), memperluas areal tanam, dan memperkuat produksi pangan nasional.

Seperti disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bahwa percepatan tanam merupakan Langkah strategis memperkuat fondasi swasembada pangan berkelanjutan serta menjaga momentum produksi nasional.

Dalam kesempatan ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengambangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti mengatakan Gerakan Tanam Serempak bukan sekadar seremonial melainkan gerakan nasional untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani dengan meningkatkan IP, memperluas areal tanam, dan mempercepat produksi.

“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh pertanian bersama petani menjadi ujung tombak untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal,” ujar Idha.

Menurut Idha, peningkatan IP dari satu menjadi dua bahkan tiga kali tanam harus segera direalisasikan untuk memanfaatkan lahan hasil Oplah dan CSR yang telah dibuka.

Baca Juga: Wisuda Nasional Polbangtan dan PEPI, Cetak SDM Unggul Pertanian

“Percepatan tanam juga diperkuat dengan program pompanisasi untuk menghadapi potensi El Nino. Pemerintah mendorong pemanfaatan lahan secara maksimal bersinergi dengan penyuluh di lapangan yang berperan dalam pendampingan teknis teknologi budidaya, iklim, cuaca, hama, dan penyakit tanaman secara cepat dan tepat kepada para petani.” paparnya.

Ia juga menegaskan pentingnya konsolidasi lahan oleh Brigade Pangan agar pengelolaan usaha tani lebih efisien. Dengan hamparan yang lebih luas, mengoptimalkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian, menekan biaya produksi, waktu tanam dipersingkat, dan produktivitas meningkat.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Yoma sekaligus penanggung jawab Brigade Pangan Jawa Tengah, R. Hermawan hadir langsung pada Gerakan Tanam Bersama di Cilacap.

Ia menyampaikan pentingnya peran generasi muda sebagai regenerasi petani dalam mengoptimalkan pengelolaan Brigade Pangan untuk menjaga swasembada pangan berkelanjutan.

“Gertam di lahan Oplah ini dikelola langsung oleh Brigade Pangan, sekelompok anak muda yang terjun ke dunia pertanian. Bagi para orang tua yang sudah tidak kuat bertani, estafet ini diharapkan dapat dilanjutkan oleh anak-anak muda di Brigade Pangan,” jelas R. Hermawan.

Dengan gerakan ini, Camat Gandrungmangu, Fathan Ady Chandra memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas kolaborasi dan sinergi dalam mendukung sektor pertanian Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap. Ia menyebut gerakan tanam ini memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar kegiatan pertanian rutin.

Menurutnya, giat ini sebagai bentuk nyata komitmen bersama dalam mempercepat masa tanam, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan dan swasembada pangan.

“Hari ini kita tidak hanya menanam padi, tetapi menanam harapan dalam mewujudkan swasembada pangan. Terima kasih kepada Kementan yang telah membangun kolaborasi luar biasa hari ini.” ucap Fathan.

Ia juga menyampaikan bahwa petani dan Generasi muda harus terus belajar. Mereka memiliki peran strategis dalam menghadirkan inovasi dan pemanfaatan teknologi di sektor pertanian untuk mewujudkan swasembada berkelanjutan.

“Pesan saya kepada seluruh petani dan pemuda, jangan pernah berhenti belajar,” ujarnya.

Melalui gerakan tanam bersama tersebut, Kabupaten Cilacap menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung program pertanian dan memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membangun budaya gotong royong dalam mewujudkan pertanian yang maju dan berkelanjutan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *