KORANPOST.COM, Klaten — Kementerian Pertanian tengah menggerakkan implementasi sistem PM-AAS sebagai sistem budidaya padi yang terbukti meningkatkan produktivitas padi. Salah satu lokasi yang menerapkan sistem ini berada di Desa Serenan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Penerapan PM-AAS (Pertanian Modern-Advanced Agricultural System) menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Integrasi teknologi dalam AAS dipercaya mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas lingkungan pertanian.
Maka pada Jumat (18/9/2026), Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) bersama Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten, penyuluh, Brigade Pangan, dan kelompok tani menyelenggarakan gerakan tanam serempak di lahan oplah seluas 1 hektare.
Kegiatan ditandai dengan tanam padi pada lahan Oplah Tahun 2025 menggunakan sistem PM-AAS. Lahan tersebut saat ini telah memasuki IP 3 dengan potensi pengembangan hingga 30 hektare.
Di berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi bagian penting dalam menjaga peningkatan produksi pangan nasional.
“Setiap hektare lahan yang berhasil ditanami akan menjadi kekuatan baru dalam mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan,” ujar Mentan Amran.
Untuk itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti menyoroti pentingnya optimalisasi sumber air. Keterbatasan air di lapangan diantisipasi melalui pemanfaatan pompa air tanah maupun sumber air sungai sekitar.
“Ketersediaan air harus dijaga agar indeks pertanaman dapat dipertahankan dan lahan terus produktif,” tegasnya.
Baca Juga: Atasi Dampak El Nino, Kementan Perkuat Sumber Air di Lahan Kering Gunungkidul
Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro menekankan pentingnya pengawalan penyuluh agar percepatan tanam dapat berlanjut hingga menghasilkan produksi.
“Percepatan tanam harus dikawal bersama agar lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” ujarnya.
Menambahkan, Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan menyampaikan dukungan pendidikan vokasi terhadap penerapan teknologi pertanian modern.
“Polbangtan Yoma siap mendukung melalui penguatan SDM, pendampingan, dan penerapan teknologi pertanian modern bersama penyuluh dan Brigade Pangan,” ungkapnya.
Ia menyebut PM-AAS menjadi alternatif budidaya yang menguntungkan. Hal itu menurutnya, sistem budidaya padi modern ini memanfaatkan teknologi, data, mekanisasi, dan pengelolaan presisi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha.
Dalam kesempatan ini pula, dilakukan penyerahan bantuan alsintan kepada Brigade Pangan, salah satunya sebagai Brigade Pangan Model.
Hermawan terus mendorong Brigade Pangan menjadi kelembagaan tani yang mandiri dengan core business kuat di bidang padi dan diharapkan menjadi percontohan bagi Brigade Pangan lainnya di Jawa Tengah.(*)

