KORANPOST.COM, Yogyakarta – Kolaborasi Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) dengan PT Flordelamor Sustainability Grup (FS Grup) membuahkan hasil menggembirakan. Melalui panen bersama di Teaching Factory Kebun Celeban, Sabtu (18/7), keduanya membuktikan bahwa sinergi perguruan tinggi vokasi dan dunia industri mampu meningkatkan produktivitas komoditas hortikultura sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran mahasiswa.
Panen menghasilkan berbagai komoditas, seperti timun, buncis, cabai, bawang merah, dan tomat yang dibudidayakan menggunakan sistem monokultur dan tumpangsari. Teaching Factory Kebun Celeban menjadi laboratorium lapang bagi mahasiswa untuk mempelajari seluruh proses budidaya, mulai dari persiapan lahan, pemeliharaan tanaman, hingga panen.
Hasil budidaya menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan. Tanaman timun mampu menghasilkan lebih dari 18 buah per batang, meningkat dibandingkan rata-rata produksi yang berkisar 8–9 buah. Sementara tanaman buncis menghasilkan 12–14 polong per tangkai, jauh di atas rata-rata 4–6 polong.
Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan penerapan teknologi budidaya dan inovasi yang dikembangkan bersama PT Flordelamor Sustainability Grup, perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis berkelanjutan, pengembangan gaya hidup ramah lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Kementerian Pertanian dalam memperkuat produktivitas pertanian melalui kemitraan strategis antara pendidikan vokasi dan dunia usaha.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi pendidikan vokasi dengan dunia industri menjadi strategi penting dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul.
Baca Juga: Bupati Bone Tantang Mahasiswa Polbangtan Jadi Garda Terdepan Swasembada Pangan Nasional
“Sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri akan mempercepat lahirnya generasi muda yang mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegas Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan kemitraan dengan DUDI memberikan pengalaman kerja nyata sehingga kompetensi mahasiswa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Melalui pembelajaran berbasis Teaching Factory dan kemitraan dengan industri, mahasiswa memperoleh pengalaman kerja yang sesungguhnya sehingga kompetensi yang dimiliki benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun dunia usaha. Hal ini menjadi modal penting dalam mencetak SDM pertanian yang profesional, adaptif, dan inovatif,” ujarnya.
Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menambahkan bahwa Teaching Factory menjadi sarana pembelajaran terpadu yang menghubungkan teori dengan praktik di lapangan.
“Mahasiswa belajar secara langsung mulai dari perencanaan budidaya, pemeliharaan hingga panen. Kehadiran PT Flordelamor Sustainability Grup sebagai mitra industri juga memberikan pemahaman mengenai standar budidaya dan kebutuhan pasar, sehingga konsep link and match antara pendidikan vokasi dan dunia usaha benar-benar terwujud,” jelasnya.
Panen bersama di Teaching Factory Kebun Celeban menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Polbangtan Yoma dan PT Flordelamor Sustainability Grup tidak hanya menghasilkan produk hortikultura yang lebih produktif dan berkualitas, tetapi juga memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan industri.(*)

